Al-Ma'un
Sampah harus punya alamat

Sampah harus punya alamat

Surabaya (ANTARA) - Tumpukan sampah tidak pernah benar-benar berhenti ketika berpindah tangan. Dari rumah, restoran, hotel, pasar, hingga pengepul, material yang dianggap tidak berguna terus mencari tempat berikutnya.

Persoalannya muncul ketika tempat itu berada di ruang yang tidak semestinya, dikelola tanpa izin, lalu meninggalkan bau, air lindi, residu, dan keluhan warga.

Gambaran itu terlihat di kawasan Keputih, Kota Surabaya, Jawa Timur. Pemerintah Kota Surabaya pada 1 Oktober 2026 menertibkan aktivitas pengelolaan sampah tanpa izin yang berada di tujuh bidang tanah aset pemerintah.

Penertiban tersebut merupakan kelanjutan dari penindakan pada Agustus dan dilakukan setelah pendataan bersama kelurahan serta kecamatan menemukan 97 persil yang digunakan untuk aktivitas usaha pengelolaan sampah tanpa izin.

Angka 97 persil justru menjadi bagian paling penting dari persoalan ini. Ia menunjukkan bahwa yang dihadapi bukan sekadar tumpukan sampah di satu lokasi, melainkan ekosistem kegiatan ekonomi yang telah tumbuh di sekitar sampah.

Karena itu, penertiban tidak cukup dipahami sebagai membersihkan lahan. Pemerintah perlu memastikan mengapa aktivitas tersebut muncul, bagaimana sampah masuk ke lokasi, siapa yang memperoleh manfaat ekonomi, ke mana residunya pergi, dan bagaimana pekerjanya dapat beralih menuju tata kelola yang sah.

Masalah ini memiliki konteks yang lebih besar. Pemkot Surabaya mencatat timbulan sampah sekitar 1.800 ton per hari. Dari jumlah itu, sekitar 200 ton telah dikelola masyarakat melalui pemilahan, tempat pengelolaan sampah berbasis 3R, dan bank sampah, sementara sekitar 1.600 ton masih dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.

Artinya, ruang bagi pemilahan dan pemanfaatan kembali sampah memang sangat besar. Bahkan, secara sederhana, volume yang dikelola masyarakat baru sekitar 11 persen dari timbulan harian. Di titik inilah paradoks Keputih menjadi penting.

Kota membutuhkan lebih banyak kegiatan pemilahan agar sampah tidak seluruhnya berakhir di hilir, tetapi kegiatan tersebut justru dapat menimbulkan masalah baru apabila berlangsung di lokasi yang tidak sesuai dan tanpa prasarana lingkungan.

Jadi, persoalannya bukan pemilahan sampah versus penertiban. Persoalannya adalah bagaimana kegiatan yang secara ekonomi berguna itu ditempatkan dalam jalur yang legal, aman, dan dapat diawasi.


Nilai ekonomi

Sampah mempunyai nilai ekonomi, dan justru karena itu ia tidak boleh dibiarkan berada di wilayah abu-abu.

Pada penertiban Agustus di lahan sekitar 1,4 hektare di Keputih, Pemkot Surabaya mengangkut sekitar 32 truk sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi ke TPA Benowo. Lokasi tersebut juga disebut menampung aktivitas pemilahan dari sektor hotel, restoran, dan kafe.

Saat itu, pemerintah mendata sekitar 22 hingga 24 kelompok yang beraktivitas di lokasi tersebut. Pemkot juga menyebut terdapat ribuan usaha sektor hotel, restoran dan kafe, serta puluhan vendor pengangkutan yang perlu dipetakan alur pengelolaan sampahnya.

Fakta itu membuka persoalan yang lebih mendasar. Ketika pemerintah hanya melihat titik terakhir berupa lapak atau tempat pemilahan, maka sumber persoalan bisa luput. Sampah tidak tiba-tiba muncul di Keputih. Ada rantai penghasil, pengangkut, pemilah, pengepul, pembeli material, hingga pengelola residu.

Karena itu, pengawasan idealnya bergerak mengikuti perjalanan sampah, bukan hanya mengejar lokasi penumpukannya.

Pendekatan semacam ini sejalan dengan agenda reformasi pengelolaan sampah yang kini didorong pemerintah pusat. Kementerian PPN/Bappenas pada 2026 menempatkan pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu ke hilir sebagai bagian dari agenda pembangunan, dengan penekanan bahwa sampah juga memiliki potensi sebagai sumber daya dalam ekonomi sirkular.

Lebih jauh, kajian Bappenas tentang integrasi sektor informal menunjukkan bahwa pemulung dan pengepul bukan sekadar pihak yang beraktivitas di luar sistem. Di sejumlah daerah, pelaku sektor informal, bahkan berkontribusi besar terhadap pengumpulan material untuk didaur ulang.

Rekomendasinya mencakup regulasi, kelembagaan, kemitraan, peningkatan kapasitas, pengakuan terhadap pelaku sektor informal, dan dukungan pendanaan.

Pelajaran tersebut relevan bagi Surabaya. Pengepul atau pemilah yang tidak berizin tidak otomatis identik dengan perilaku yang harus disingkirkan dari sistem. Hal yang perlu disingkirkan adalah praktik yang membahayakan lingkungan, menggunakan lahan secara tidak sah, membakar sampah sembarangan, atau meninggalkan residu tanpa kepastian pengelolaan.

Kerangka hukumnya sebenarnya sudah tersedia. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 menempatkan pengelolaan sampah sebagai sistem yang harus dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir, sekaligus menegaskan pentingnya kepastian hukum, pembagian tanggung jawab, peran masyarakat, dan dunia usaha.

Di tingkat daerah, Surabaya memiliki Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan yang telah diubah melalui Perda Nomor 1 Tahun 2019. Pemerintah kota juga memiliki Perwali Nomor 10 Tahun 2017 yang mengatur tata cara pengenaan sanksi administratif atas pelanggaran ketentuan persampahan.

Dengan demikian, tantangan Keputih bukan kekurangan aturan. Tantangannya adalah memastikan aturan hadir sebelum masalah membesar, bukan setelah lingkungan telanjur terganggu.


Menata ulang

Penertiban menjadi penting karena dampaknya bukan sebatas soal pemandangan. Aktivitas pengelolaan sampah yang tidak memenuhi standar dapat menghasilkan air lindi, bau, pembakaran yang mencemari udara, serta residu yang tidak memiliki jalur pengelolaan yang jelas.

Di Keputih, aspek tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah menertibkan aktivitas yang dikeluhkan warga.

Hanya saja, penertiban akan kehilangan makna apabila setelah lahan dibersihkan, sistem lama tumbuh kembali di lokasi lain.

Karena itu, langkah berikutnya seharusnya berupa penataan ekosistem. Pemerintah kota perlu membedakan dengan tegas antara pengelolaan sampah yang memang berguna secara ekonomi dan aktivitas yang merusak lingkungan. Pelaku yang masih dapat dibina perlu diberi jalur legal yang sederhana, terukur, dan realistis.

Pemkot Surabaya sendiri sudah membuka ruang pendampingan perizinan. Persyaratan yang disebut, antara lain kepemilikan atau penguasaan lahan yang sah, alat pemilahan, IPAL, serta kepastian jadwal pengangkutan dan pembuangan residu.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Layanan SIM Keliling Polda Metro Jaya Kini Hadir di Dua Titik Strategis Jakarta

Layanan SIM Keliling Polda Metro Jaya Kini Hadir di Dua Titik Strategis Jakarta

Polda Metro Jaya meluncurkan layanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara keliling untuk mempermudah warga Jakarta dalam memperpanjang masa berlaku SIM tanpa harus datang ke kantor polisi.

Lokasi dan Jam Operasional

Gerai keliling buka setiap hari Minggu mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB di dua lokasi berikut:

  • Jalan Raden Mas Intan, berdekatan McDonald’s, Duren Sawit.
  • Jalan Panjang, di samping Indomaret, Kebon Jeruk.

Syarat dan Dokumen Pendukung

Pengguna yang ingin memanfaatkan layanan ini harus menyiapkan dokumen berikut:

  • Fotokopi KTP yang masih berlaku.
  • Fotokopi SIM lama serta SIM asli.
  • Surat keterangan hasil cek kesehatan.
  • Surat hasil tes psikologi.

Semua berkas harus lengkap sebelum mendatangi gerai.

Jenis SIM yang Dapat Diperpanjang

Layanan keliling hanya melayani perpanjangan SIM yang masih aktif untuk kategori A (mobil pribadi) dan C (sepeda motor). Jika SIM sudah kedaluwarsa, pemilik harus mengajukan permohonan SIM baru melalui prosedur standar kepolisian.

Biaya Perpanjangan

Menurut Peraturan Pemerintah No 60 Tahun 2016 tentang Retribusi, tarif perpanjangan adalah Rp80.000 untuk SIM A dan Rp75.000 untuk SIM C.

Keterbatasan untuk SIM B

SIM kelas B tidak dapat diperpanjang lewat layanan keliling karena dokumen tersebut ditujukan untuk kendaraan berat di atas 3,5 ton. Pemilik SIM B harus mengunjungi kantor Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) untuk proses perpanjangan.

Layanan ini diharapkan dapat mengurangi antrean di kantor polisi dan memberikan kemudahan bagi pengendara yang membutuhkan perpanjangan SIM secara cepat.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
350 personel diturunkan untuk padamkan kebakaran TPA di Ternate

350 personel diturunkan untuk padamkan kebakaran TPA di Ternate

  • Minggu, 4 Oktober 2026 08:19 WIB

Anggota polisi berusaha memadamkan titik api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Takome, Ternate, Maluku Utara, Sabtu (3/10/2026). Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ternate mengerahkan empat unit mobil pemadam dan satu unit water cannon dari Polres Ternate dengan melibatkan 350 personel untuk memadamkan kebakaran yang melanda sekitar 32 hektare area TPA dan hingga kini proses pemadaman masih berlangsung. ANTARA FOTO/Andri Saputra/YU

Petugas pemadam kebakaran bersama anggota polisi berusaha memadamkan titik api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Takome, Ternate, Maluku Utara, Sabtu (3/10/2026). Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ternate mengerahkan empat unit mobil pemadam dan satu unit water cannon dari Polres Ternate dengan melibatkan 350 personel untuk memadamkan kebakaran yang melanda sekitar 32 hektare area TPA dan hingga kini proses pemadaman masih berlangsung. ANTARA FOTO/Andri Saputra/YU

Warga menyaksikan api yang membakar tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Takome, Ternate, Maluku Utara, Sabtu (3/10/2026). Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ternate mengerahkan empat unit mobil pemadam dan satu unit water cannon dari Polres Ternate dengan melibatkan 350 personel untuk memadamkan kebakaran yang melanda sekitar 32 hektare area TPA dan hingga kini proses pemadaman masih berlangsung. ANTARA FOTO/Andri Saputra/YU

  • kebakaran
  • bencana
  • TPA
  • musim kemarau
  • kekeringan
  • '

📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
BGN Beri Kesempatan Mitra Ganti Yayasan yang Tidak Aktif di Program MBG

BGN Beri Kesempatan Mitra Ganti Yayasan yang Tidak Aktif di Program MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) kini membuka jalur khusus bagi mitra yang merasa dirugikan untuk mengganti yayasan yang tidak berperan dalam operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui revisi perjanjian kerja sama pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Selama proses verifikasi, BGN menemukan bahwa sejumlah yayasan yang menampung SPPG tidak memberikan dukungan apa pun, baik dalam pengelolaan dapur maupun pembinaan, namun tetap menuntut mitra menyetorkan dana per ompreng yang didistribusikan.

Komentar Kepala BGN Sudaryono

Sudaryono, kepala BGN, menegaskan bahwa kondisi tersebut menambah beban mitra dan berpotensi menurunkan mutu makanan bagi penerima manfaat. Ia menambah, “Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dialokasikan untuk MBG diubah menjadi menu bergizi, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.”

Menurutnya, pengelolaan anggaran MBG harus diarahkan pada efisiensi, keadilan, serta pemanfaatan maksimal untuk menghasilkan makanan yang memenuhi standar gizi dan kualitas.

Mekanisme Penggantian Yayasan

Untuk memfasilitasi perubahan tersebut, BGN menyediakan dua portal registrasi terpisah—satu bagi yayasan dan satu lagi bagi mitra. Melalui portal mitra, pihak yang terdampak dapat mengajukan permohonan penggantian yayasan lengkap dengan bukti-bukti terkait permasalahan yang dihadapi.

Setelah pengajuan masuk, BGN akan meninjau sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan menindaklanjuti permohonan tersebut. Diharapkan langkah ini dapat memperbaiki hubungan kemitraan dan memastikan anggaran MBG memberikan manfaat optimal bagi penerima.

Inti kebijakan ini adalah menjamin bahwa setiap dana yang disalurkan benar‑benar berkontribusi pada penyediaan makanan berkualitas, bergizi, serta dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel dan transparan.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Tom Cruise bangga dengan "Digger" meski lesu di Box Office

Tom Cruise bangga dengan "Digger" meski lesu di Box Office

Jakarta (ANTARA) - Aktor Tom Cruise tetap menunjukkan kebanggaannya terhadap karya terbarunya yang bertajuk "Digger", meski pembukaan di Box Office mencatat hasil yang mengecewakan.

“Digger resmi tayang di bioskop dan saya sangat merasa terhormat telah memiliki kesempatan untuk membuat film ini bersama para seniman yang sangat berbakat. Terima kasih kepada seluruh pemain dan kru atas dedikasi, kerja keras, dan kegembiraan kalian. Pengalaman ini benar-benar tak terlupakan dan saya sangat bangga dengan karya yang telah kami ciptakan,” tulis Cruise melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (3/10).

Menurut siaran The Hollywood Reporter, film "Digger" mengisahkan tentang seorang taipan minyak egois yang menyebabkan bencana alam. Dalam film ini, Cruise tampil dengan visual gemuk dan botak.

Karya besutan Sutradara Alejandro G. Iñárritu ini diperkirakan hanya akan menghasilkan sekitar 8 juta dolar AS atau sekitar Rp143 miliar pada akhir pekan debut yang sulit untuk proyek ambisius ini. Padahal, biaya produksinya mencapai 125 juta dolar AS atau sekitar Rp2,236 triliun.

Warner Bros. telah merilis "Digger" sejak Jumat (2/10) waktu setempat di 3.300 bioskop Amerika Utara. Studio tersebut melihat proyek ini sebagai langkah kreatif besar yang diharapkan berpotensi meraih penghargaan.

Sayangnya, jalannya tampak cukup menantang, mengingat "Digger" hanya mendapatkan CinemaScore C+ dari penonton dan memiliki tingkat persetujuan 51 persen dari kritikus di Rotten Tomatoes.

Terkait dengan penampilan baru Cruise di film itu, ia ingin beristirahat dari film-film aksi waralaba yang selama ini diharapkan penontonnya, karena film baru ini kembali ke fokus karirnya di awal-awal pada proyek-proyek yang berorientasi pada sutradara seperti Rain Man, Born on the Fourth of July, dan Magnolia.

Sang bintang tidak akan menunggu terlalu lama untuk kembali ke film aksi berbasis IP, karena "Days of Thunder 2" akan segera memulai produksi.

Sementara itu, film thriller produksi Amazon MGM Studios "Verity" yang dibintangi Anne Hathaway dan diadaptasi dari novel karya Colleen Hoover diperkirakan memimpin Box Office domestik dengan pendapatan sekitar 33 juta dolar AS atau sekitar Rp590,3 miliar.

Jika perkiraan tersebut bertahan, "Digger" kemungkinan menjadi pembukaan akhir pekan terendah Cruise sejak drama perang Lions for Lambs pada 2007 yang debut dengan pendapatan 6,7 juta dolar AS atau sekitar Rp 119,8 miliar dari anggaran yang jauh lebih kecil.

Dalam percakapan di atas panggung setelah pemutaran perdana "Digger" di Los Angeles pada awal pekan ini, Cruise membahas upayanya meraih kesuksesan sepanjang karier setelah memulai bisnis film sejak usia muda.

“Harapan saya selalu agar film-film tersebut cukup sukses sehingga saya memiliki kesempatan untuk melakukannya lagi,” kata Cruise tentang pembuatan film.

“Orang-orang ingin melihat hal-hal yang nyata. Dalam karier ini, kita harus bekerja keras untuk mencapainya. Itu tidak pernah diberikan begitu saja kepada kita. Saya ingin anda tahu itu," tambahnya.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Musk akan pimpin proyek Pentagon soal kajian peperangan masa depan

Musk akan pimpin proyek Pentagon soal kajian peperangan masa depan

Xinhua (ANTARA) - Elon Musk akan mengemban peran baru di Pentagon.

Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth pada Rabu (30/9) meluncurkan Proyek Meridian, sebuah inisiatif selama 120 hari untuk mengkaji medan pertempuran masa depan serta senjata dan teknologi yang mungkin dibutuhkan.

Musk akan memimpin proyek tersebut bersama pendiri Anduril, Palmer Luckey, dan mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, Newt Gingrich.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Terowongan Bawah Laut Terpanjang China Selesai Digali, Menghubungkan Qingdao Lebih Cepat

Terowongan Bawah Laut Terpanjang China Selesai Digali, Menghubungkan Qingdao Lebih Cepat

Mesin bor berperisai berhasil menyelesaikan penggalian terowongan jalan raya laut terpanjang di Tiongkok pada Jumat, 2 Oktober, setelah mencapai titik akhir pada kedalaman 105 meter di dasar Teluk Jiaozhou, Provinsi Shandong.

Spesifikasi dan Jalur Proyek

Jalur sepanjang 17,48 kilometer ini mencakup terowongan utama seluas 14,37 kilometer yang terdiri dari dua terowongan utama serta satu terowongan layanan di tengahnya. Setiap arah memiliki tiga lajur, dirancang untuk melaju dengan kecepatan maksimal 80 km/jam, dan menghubungkan pusat kota Qingdao dengan Kawasan Baru Pesisir Barat yang baru ditetapkan sebagai kawasan nasional.

Metode Konstruksi dan Tantangan Teknis

Menurut perwakilan China Railway 14th Bureau Group, proyek menggabungkan teknik pengeboran dan peledakan (drill‑and‑blast) serta penggalian dengan mesin berperisai. Pekerjaan dimulai dari kedua tepi pantai—timur dan barat Teluk Jiaozhou—hingga kedua bagian terowongan bertemu di bawah laut.

Terowongan utama berada pada kedalaman maksimum 95 meter, sementara terowongan layanan mencapai 105 meter, menimbulkan tekanan air yang signifikan sehingga diperlukan sistem penutupan dan pelapisan anti‑air yang ketat.

Inovasi Pengelolaan Material dan Stabilitas Mesin

Tim proyek memperkenalkan sistem pembuangan material baru yang mengintegrasikan konveyor sekrup, kotak penghancur batu, dan mesin penghancur batu, sehingga mempercepat proses pembuangan dan mengurangi risiko penyumbatan. Selain itu, teknologi anti‑geter baru dikembangkan untuk badan mesin bor berperisai, meningkatkan kestabilan operasi pada kedalaman ekstrim.

Manfaat bagi Jaringan Transportasi Qingdao

Setelah selesai, terowongan ini akan melengkapi jaringan transportasi lintas teluk Qingdao, bersanding dengan Terowongan Teluk Jiaozhou, Jembatan Teluk Jiaozhou, dan Jalan Raya Teluk Jiaozhou yang telah ada, memperkuat konektivitas regional.

Konteks Kebijakan Nasional

Pembangunan ini selaras dengan rencana lima tahun ke‑15 (2026‑2030) yang dicanangkan Kementerian Transportasi Tiongkok, yang menargetkan terciptanya sistem layanan transportasi terpadu modern pada tahun 2030. Fokus utama meliputi peningkatan konektivitas antarmoda, kemudahan perpindahan penumpang, efisiensi logistik, integrasi transportasi‑pariwisata, serta peningkatan layanan di daerah pedesaan.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Terowongan Bawah Laut Terpanjang di China Selesai Digali, Sambungkan Qingdao dengan Pesisir Barat

Terowongan Bawah Laut Terpanjang di China Selesai Digali, Sambungkan Qingdao dengan Pesisir Barat

Proses penggalian terowongan jalan raya bawah laut terpanjang di China telah rampung pada Jumat 2 Oktober, saat mesin perisai mencapai titik akhir pada kedalaman 105 meter di dasar Teluk Jiaozhou, Provinsi Shandong, menurut China Railway Construction Corporation Limited.

Ruang Lingkup dan Spesifikasi Proyek

Terowongan Kedua Teluk Jiaozhou Qingdao direncanakan untuk menghubungkan pusat kota Qingdao dengan Kawasan Baru Pesisir Barat, sebuah zona pengembangan tingkat nasional. Panjang total proyek mencapai 17,48 kilometer, dengan terowongan utama sepanjang 14,37 kilometer yang terdiri atas dua terowongan utama serta satu terowongan layanan di tengahnya. Setiap arah dilengkapi tiga lajur, dan batas kecepatan operasional dirancang 80 km/jam.

Pekerja melakukan pemeriksaan keselamatan di lokasi pembangunan Terowongan Kedua Teluk Jiaozhou Qingdao pada 2 Oktober 2026.
Tim konstruksi memeriksa kondisi terowongan di Teluk Jiaozhou pada 2 Oktober 2026.

Penyelesaian penggalian menandai tonggak penting bagi jaringan transportasi di wilayah timur China, mempercepat mobilitas antara pusat kota dan kawasan pesisir baru.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Mengapa Skrining Psikososial Pekerja Harus Pakai Instrumen Tervalidasi?

Mengapa Skrining Psikososial Pekerja Harus Pakai Instrumen Tervalidasi?

Pemeriksaan psikososial bagi tenaga kerja memerlukan alat ukur yang sudah terbukti valid dan reliabel, serta harus disesuaikan dengan tujuan evaluasi dan karakteristik individu yang diuji.

Validitas dan Reliabilitas Jadi Kunci Utama

"Instrumen yang digunakan dalam skrining psikososial harus tervalidasi reliabilitasnya, serta tidak dapat berdiri sendiri dan harus disesuaikan dengan tujuan pemeriksaan serta karakteristik penggunanya," ujar Prof. Dr. dr. Dewi S. Soemarko, M.S., Sp.Ok, Subsp.PsiKO (K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Dewi menekankan bahwa pendekatan skrining pada pekerja berbeda dengan populasi umum karena sumber stres yang dihadapi tidak serupa.

Oleh karena itu, pemilihan kuesioner harus mempertimbangkan konteks kerja agar hasilnya relevan dengan tujuan penggunaan.

Perspektif Industri Minyak dan Gas

"Kelelahan mental yang tidak ditangani dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja," kata dr. Royanul Arief, MM (K3L), praktisi Kesehatan Kerja SKK Migas.

Royanul menambahkan bahwa hasil skrining bukan diagnosis akhir; temuan tersebut perlu dianalisis lebih lanjut sebelum dijadikan dasar penilaian kelayakan kerja.

Risiko Psikososial di Lingkungan Kerja Intensif

Pengelolaan risiko psikososial menjadi semakin penting pada pekerjaan dengan tuntutan tinggi, sistem shift, lokasi terpencil, atau paparan risiko operasional yang berat. Faktor-faktor seperti beban kerja, tekanan tugas, hubungan antar‑rekan, dukungan organisasi, serta keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi memengaruhi kesehatan mental karyawan.

Manfaat Kesehatan Mental Bagi Produktivitas

"Jika karyawan sehat secara fisik maupun mental, produktivitas akan meningkat dan keberlanjutan perusahaan pun terjaga," ujar Indriyanti Rafi Sukmawati, Commercial & Partnership Director PT Prodia Widyahusada.

Topik skrining psikososial dibahas dalam seminar "Memilih dan Menggunakan Kuesioner Psikososial secara Bertanggung Jawab: Perspektif Validitas, Reliabilitas, dan Implementasi di Tempat Kerja" yang menghadirkan Dwiva Yulia, M.Psi, serta dr. Iwan Sugiarta, Sp.Ok.

Acara yang dilaksanakan secara luring dan daring merupakan hasil kerja sama antara Prodia Occupational Health Indonesia, Prodia Widyahusada, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dan SKK Migas.

Skrining psikososial harus memakai instrumen yang teruji dan disesuaikan dengan kondisi kerja, karena hasilnya berperan penting dalam menjaga kesejahteraan, produktivitas, dan keselamatan tenaga kerja.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com