Al-Ma'un
BTNW Lepas 25 Anak Penyu Hijau di Perairan Wakatobi, Dorong Keberlanjutan Laut

BTNW Lepas 25 Anak Penyu Hijau di Perairan Wakatobi, Dorong Keberlanjutan Laut

Balai Taman Nasional Wakatobi (BTNW) berhasil melepaskan 25 ekor anak penyu hijau (Chelonia mydas) ke perairan Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Program Penetasan Semi‑Alami dan Jejak Keberhasilan

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional wilayah I Wangi‑Wangi, La Fasa, menjelaskan bahwa pelepasan puluhan tukik ini merupakan lanjutan program perlindungan habitat penyu yang dimulai sejak 2011 melalui fasilitas penetasan semi‑alami di Pulau Tomia.

"Hari ini kami melepas sekitar 25 ekor penyu hijau," ujar La Fasa saat acara pelepasan berlangsung.

Indonesia menjadi rumah bagi enam dari tujuh spesies penyu dunia, dan di kawasan Taman Nasional Wakatobi dua jenis dilindungi, yaitu penyu hijau dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata).

Menurut La Fasa, populasi penyu hijau di wilayah ini masih terancam karena sebagian masyarakat masih mengonsumsi dagingnya sebagai alternatif protein.

Penyu berperan penting sebagai indikator kesehatan terumbu karang, padang lamun, dan pesisir; kehadirannya menandakan kualitas perairan yang baik.

Sejak inisiatif penetasan semi‑alami dimulai sekitar 15 tahun lalu, BTNW telah menangkarkan telur dari pulau‑pulau terpencil seperti Anano, Runduma, Tubuh‑Tubuh, dan Moromaho, menghasilkan perkiraan 6.800 ekor tukik yang berhasil menetas.

Pelepasan secara rutin dilakukan di wilayah perairan kepulauan, meliputi Binongko, Kaledupa, Tomia, hingga Pateda Mbulia.

BTNW juga mengapresiasi kerja sama dengan Polres Wakatobi dalam edukasi dan penegakan hukum terhadap pelanggaran konservasi, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Wakatobi yang menyediakan ruang sosialisasi pada Festival Wakatobi Wave.

Keberhasilan pelepasan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam melindungi spesies yang menjadi penopang ekosistem laut serta memperkuat upaya konservasi jangka panjang di Wakatobi.


πŸ“Œ Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Fin Expo 2026 Dorong Masyarakat Makassar Kelola Keuangan dengan Bijak

Fin Expo 2026 Dorong Masyarakat Makassar Kelola Keuangan dengan Bijak

Fin Expo 2026 yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi ajang penting untuk meningkatkan pengetahuan publik tentang layanan keuangan serta menumbuhkan perilaku pengelolaan keuangan yang lebih cerdas.

Harapan Panitia dan Penyelenggara

Riza Pahlevi, ketua panitia sekaligus Regional CEO BRI Makassar, menyatakan bahwa tujuan utama acara ini bukan sekadar memperkenalkan produk keuangan, melainkan memastikan masyarakat memahami manfaat, risiko, dan cara pemanfaatannya sesuai kebutuhan.

Menurut data survei tahun 2026, sebanyak 93,01 % responden dilaporkan telah menggunakan setidaknya satu produk atau layanan keuangan, sedikit lebih tinggi dibandingkan hasil survei nasional pada 2025 yang mencatat 92,7 %.

Pentingnya Literasi Keuangan

Meski penetrasi layanan keuangan terus meningkat, tingkat literasi masih perlu ditingkatkan. Karena itu, Fin Expo 2026 tidak hanya menjadi panggung promosi, melainkan juga forum dialog, edukasi, dan interaksi antara warga dan pelaku industri keuangan.

Moch Muchlasin, Kepala Perwakilan OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, menekankan bahwa pemahaman yang memadai sangat penting sebelum masyarakat memutuskan menggunakan produk keuangan, agar mereka sadar akan manfaat, karakteristik, serta potensi risiko.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi regional yang mencapai 5,59 %—lebih tinggi dari rata‑rata nasional—OJK bersama sektor keuangan telah melaksanakan sekitar 198 kegiatan literasi pada kuartal II 2026, melibatkan kira‑kira 2.400 peserta. Program tersebut menargetkan peningkatan akses pasar, pengembangan keuangan syariah, serta dukungan pembiayaan bagi sektor produktif seperti petani dan nelayan.

Kesimpulan

Fin Expo 2026 diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan kesadaran keuangan di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat sinergi antara regulator, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.


πŸ“Œ Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Perempuan Muda Didorong Buktikan Kemampuan di Kancah Politik, Ungkap Anggota DPR Gerindra

Perempuan Muda Didorong Buktikan Kemampuan di Kancah Politik, Ungkap Anggota DPR Gerindra

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Komisi X, Fraksi Partai Gerindra, Ruby Chairani menegaskan bahwa generasi muda, terutama perempuan, harus mampu menunjukkan kompetensinya dalam ranah politik karena peran mereka sangat menentukan arah demokrasi Indonesia.

Potensi Pemilih Muda di Pemilu 2024

Dalam acara Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Lampung yang mengangkat tema “Generasi Muda Perempuan, Saatnya Bicara dan Beraksi di Kancah Politik”, Ruby mengingatkan bahwa generasi Z dan milenial menyumbang sekitar 58 % dari total pemilih pada Pemilu 2024. Angka tersebut memberi peluang luas bagi kaum muda untuk terjun dan berkontribusi aktif dalam kompetisi politik.

Pengalaman Pribadi Sebagai Perempuan Muda di Politik

Ruby mengakui bahwa meski ia berasal dari keluarga yang relatif mapan, tidak ada satupun anggota keluarganya yang berkiprah di dunia politik. “Saya harus belajar semuanya dari nol, menapaki jalur yang penuh tantangan agar suara saya dapat didengar,” ujarnya. Ia menekankan bahwa proses belajar tersebut merupakan bagian penting bagi generasi muda untuk membuktikan kemampuan dan kelayakan mereka.

Ancaman di Era Digital

Ruby menyoroti bahwa sebagian besar aktivitas politik generasi muda kini beralih ke platform digital, di mana informasi tersebar dengan cepat. Namun, ia memperingatkan bahwa tidak semua konten yang beredar dapat dipastikan keasliannya. Hoaks, deepfake, dan ujaran kebencian berpotensi memengaruhi persepsi politik anak muda. Oleh karena itu, ia menyerukan pentingnya literasi digital agar generasi muda dapat menilai informasi secara kritis.

Dukungan Kebijakan Gender di Lampung

Fitrianita Damhuri, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, menambahkan bahwa regulasi daerah berupa Perda Pengarusutamaan Gender memberikan kesempatan setara bagi perempuan dalam bidang politik dan pembangunan, sehingga manfaat kebijakan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

KPPI sebagai Wadah Pembelajaran Politik

Adrina Yustitia, Ketua Panitia acara, menjelaskan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai sarana edukasi politik bagi pemilih pemula, khususnya perempuan, agar mereka memiliki pemahaman yang komprehensif dan tidak terjebak dalam polarisasi semata. Nenden Tresnanursari, Ketua DPD KPPI Lampung, menegaskan bahwa organisasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan melalui empat fokus utama: pendidikan politik, peningkatan representasi perempuan di legislatif dan eksekutif sesuai kuota 30 %, advokasi kebijakan yang ramah gender, serta kolaborasi lintas sektoral. “Jadilah generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat. Di sini kita belajar bersama,” tuturnya.

Dengan dukungan kebijakan lokal dan upaya peningkatan literasi digital, harapan besar ditempatkan pada perempuan muda untuk berperan aktif, menyuarakan aspirasi, dan memperkuat fondasi demokrasi Indonesia.


πŸ“Œ Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Sony Bersiap Ambil Hak Adaptasi Film Battlefield, Christopher McQuarrie dan Michael B. Jordan Bergabung

Sony Bersiap Ambil Hak Adaptasi Film Battlefield, Christopher McQuarrie dan Michael B. Jordan Bergabung

Sony Pictures kini berada di posisi terdepan untuk memperoleh lisensi pembuatan film berdasarkan serial video game populer "Battlefield". Informasi ini muncul dalam laporan terbaru dunia hiburan pada Jumat, 2 Oktober.

Tim Kreatif yang Ditetapkan

Penulis, sutradara, sekaligus produser yang ditunjuk untuk proyek ini adalah Christopher McQuarrie, penggarang di balik franchise "Mission: Impossible" yang dibintangi Tom Cruise. Selain itu, aktor peraih Oscar Michael B. Jordan dikabarkan akan menjadi produser eksekutif dan berpotensi mengambil peran utama dalam film tersebut.

Sejarah Singkat Franchise Battlefield

Serial game "Battlefield" pertama kali diluncurkan pada tahun 2002 dengan judul "Battlefield 1942", mengusung tema Perang Dunia II. Seiring berjalannya waktu, seri ini berkembang menjadi rangkaian permainan yang menampilkan beragam latar sejarah militer, dengan judul terbaru "Battlefield 6" yang dirilis pada tahun lalu sebagai entri ke-18 dalam waralaba.

Seri ini sering dibandingkan dengan "Call of Duty", dua franchise first‑person shooter yang bersaing ketat dalam merebut pangsa pasar game militer global. Pada saat yang sama, "Call of Duty" juga tengah dalam proses adaptasi ke layar lebar oleh studio lain.

Prospek Adaptasi Layar Lebar

Jika proyek Sony berjalan lancar, film "Battlefield" berpotensi menjadi salah satu judul blockbuster yang menggabungkan aksi intensif dengan latar sejarah yang luas, memanfaatkan pengalaman McQuarrie dalam merancang adegan aksi serta popularitas Jordan di kalangan penonton internasional.


πŸ“Œ Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Penampilan Final Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Pembelajaran dan Harapan

Penampilan Final Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Pembelajaran dan Harapan

Atlet panjat tebing nasional Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany menilai keikutsertaan mereka di babak final nomor lead putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sebagai bukti kemampuan mereka dalam kompetisi kelas dunia.

Ulasan Sukma Lintang Cahyani

Sukma mengaku bahwa mencapai final merupakan pencapaian penting mengingat tingkat persaingan yang sudah berat sejak fase penyisihan. "Ini pertama kalinya saya berada di final Asian Games, padahal di Piala Dunia sebelumnya saya hanya sampai semifinal, jadi dapat melaju ke final adalah anugerah," ujarnya setelah kompetisi di Kinjofuto, Nagoya.

Namun ia juga mengakui bahwa performanya belum optimal karena rasa gugup yang masih mengganggu pengaturan ritme dan teknik. Sukma berharap pengalaman ini dapat menjadi modal untuk meningkatkan kepercayaan diri pada ajang mendatang.

Catatan Alma Ariella Tsany

Alma menyatakan rasa syukurnya dapat menembus final pada debutnya di Asian Games. Ia belajar banyak dari lawan‑lawannya yang menampilkan alur panjat yang tenang dan terstruktur, sehingga ia dapat menilai aspek‑aspek penting seperti orientasi jalur, posisi istirahat, dan titik cliping.

Menurut Alma, faktor mental dan pengalaman menjadi penentu utama hasil kompetisi. Ia mengakui hasil yang diperoleh belum memuaskan karena menghadapi pendaki berpengalaman yang sudah berada di jajaran elit dunia.

Performa Tim Indonesia Lainnya

Selain duo putri, Kontingen Indonesia mengirimkan dua atlet pria, Raviandi Ramadhan dan Putra Tri Ramadani, untuk berlaga di nomor lead putra. Sayangnya, keempat perwakilan Indonesia tidak berhasil meraih medali pada ajang tersebut.


πŸ“Œ Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Empat Pemanjat Tebing Indonesia Raih Final Lead Asian Games 2026, Yenny Wahid Soroti Kemajuan

Empat Pemanjat Tebing Indonesia Raih Final Lead Asian Games 2026, Yenny Wahid Soroti Kemajuan

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyampaikan rasa bangga atas empat atlet panjat tebing tanah air yang berhasil melaju ke babak final pada kompetisi lead di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pernyataan Ketua FPTI

Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, mengungkapkan apresiasi tersebut setelah menyaksikan perlombaan lead putra‑putri yang menjadi penutup cabang olahraga tersebut.

“Walaupun kami belum mengantongi medali di kategori lead, kehadiran atlet‑atlet kami di final sudah menjadi lompatan signifikan,” ujar Yenny di Kinjofuto, Nagoya, Sabtu.

Ia menambahkan bahwa kualitas dan performa pemanjat Indonesia kini jauh melaju dibandingkan tiga sampai empat tahun lalu, ketika belum ada yang mampu menembus final.

“Kemajuan ini menunjukkan peningkatan jam terbang yang diperlukan, dan kami tetap bertekad meningkatkan prestasi di masa mendatang,” kata Yenny.

Suara Atlet

Sukma Lintang Cahyani, yang mewakili Indonesia pada nomor lead putri, menyatakan rasa syukur karena dapat bersaing di panggung final bersama pendaki elit Asia.

Ia menegaskan bahwa mencapai final Asian Games merupakan pencapaian penting mengingat kompetisi tahap awal sudah sangat ketat.

Sukma bersama rekan satu tim, Alma Ariella Tsany, menjadi satu‑satunya wakil kawasan Asia Tenggara yang berhasil menembus babak final.

“Ini pertama kalinya saya tampil di final Asian Games. Di Kejuaraan Dunia saya hanya mencapai semifinal, jadi melaju ke final merupakan anugerah besar,” ungkap Sukma.

Keberhasilan tersebut diharapkan dapat memacu motivasi generasi pemanjat muda dan memperkuat posisi Indonesia dalam arena panjat tebing internasional.


πŸ“Œ Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Pakar Serahkan Naskah Urgensi BPGMN, Dukung Pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional

Pakar Serahkan Naskah Urgensi BPGMN, Dukung Pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menerima naskah urgensi mengenai pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang disusun oleh sejumlah pakar.

Kolaborasi Pakar, Akademisi, dan Pemerintah

Naskah tersebut memuat hasil diskusi yang melibatkan akademisi, peneliti, pakar, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat sipil, sebagai dasar perumusan kerangka kelembagaan pengelolaan gambut dan mangrove di tingkat nasional.

Brian Yuliarto memuji pendekatan yang diusung Presiden, yakni memanfaatkan keahlian para pakar, akademisi, dan peneliti, sebagai terobosan penting dalam penyusunan kebijakan.

Ia menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam memastikan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dioptimalkan untuk menyelesaikan masalah nyata, termasuk tantangan pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove.

Menteri berharap praktik terbaik, pengalaman lapangan, serta hasil riset yang dikumpulkan oleh berbagai pihak sudah tercermin secara lengkap dalam formulasi yang diserahkan.

Menurutnya, pelestarian gambut harus selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Pengelolaan lahan yang produktif dan berkelanjutan diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi penduduk yang tinggal di kawasan tersebut.

Raja Juli Antoni menambahkan pentingnya melibatkan semua pemangku kepentingan dalam proses pembentukan badan ini, agar penyusunan kebijakan bersifat partisipatif.

Ia menyampaikan bahwa naskah urgensi akan dijadikan dasar untuk langkah administratif selanjutnya, termasuk pengajuan izin prakarsa kepada Presiden sebagai bagian dari penyusunan Peraturan Presiden.


πŸ“Œ Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
PERADI Profesional Gelar PKPA Terbesar

PERADI Profesional Gelar PKPA Terbesar

PERADI Profesional berhasil mencatat rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan jumlah peserta Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) terbanyak.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional PERADI Profesional, Harris Arthur Hedar, membuka PKPA yang diselenggarakan bersama Universitas Indonesia di kampus Salemba, Jakarta, dengan kehadiran 585 peserta dari 600 pendaftar.

Kolaborasi dengan Universitas Indonesia

Menurut Harris, angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan bukti kepercayaan dan amanah untuk menyajikan pendidikan advokat yang relevan serta mampu menjawab tantangan hukum masa kini.

Ia menegaskan bahwa PERADI Profesional berkomitmen menanamkan ilmu hukum yang mendalam, etika profesi yang kuat, serta karakter berintegritas, berani, dan bertanggung jawab dalam menegakkan keadilan.

Pendidikan advokat tidak boleh terbatas pada teori semata; ia harus membentuk calon advokat yang beretika dan berintegritas.

Harris yakin bahwa kerja sama PKPA dengan UI dapat melahirkan advokat yang berpikir kritis, bekerja secara profesional, mematuhi kode etik, serta memiliki keberanian moral menghadapi kasus nyata.

“Advokat adalah officium nobile, profesi yang mulia. Kemuliaannya diukur dari kompetensi, integritas, dan tanggung jawab dalam membela hak serta memastikan proses hukum yang adil,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada UI atas dukungan kolaboratif, menilai sinergi antara akademisi dan praktisi akan menghasilkan pendidikan yang relevan tanpa meninggalkan nilai dasar profesi.

Ke depan, PERADI Profesional berencana memperluas jaringan PKPA ke lebih banyak perguruan tinggi di seluruh Indonesia, guna memperluas akses pendidikan advokat berkualitas dan memperkuat standar profesi.

Harris mengingatkan peserta untuk selalu menjaga mutu pendidikan dan integritas, serta menjadi advokat yang memberi makna bagi pencari keadilan di negeri ini.

“Indonesia membutuhkan advokat yang cerdas namun tetap rendah hati, berani tetapi beretika, kuat dalam argumentasi namun tidak kehilangan nurani. Itulah sosok advokat PERADI Profesional,” tegasnya.

Harapan Rektor UI dan Pandangan Shalih

Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, menyatakan bahwa PKPA merupakan implementasi nota kesepahaman antara UI dan PERADI Profesional, dan berharap lulusan dapat segera mengangkat sumpah serta mengisi peran penting di dunia hukum dan sektor terkait.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Shalih Mangara Sitompul, Wakil Ketua Umum DPN PERADI Profesional bidang PKPA, menilai pencapaian jumlah peserta sebagai momentum penting, menegaskan bahwa PKPA bukan sekadar prosedur administratif, melainkan proses pembentukan karakter, integritas, dan tanggung jawab moral calon advokat.


πŸ“Œ Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Kolintang Indonesia Jadi Alat Diplomasi Budaya di UNESCO Paris

Kolintang Indonesia Jadi Alat Diplomasi Budaya di UNESCO Paris

Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Monako, dan Andorra sekaligus Delegasi Tetap RI di UNESCO, Mohamad Oemar, menegaskan bahwa penampilan kolintang bukan sekadar pertunjukan seni melainkan juga menyampaikan pesan perdamaian.

Acara “Celebrating Kolintang” di Markas Besar UNESCO

Pada Kamis, 1 Oktober 2026, UNESCO di Paris menyelenggarakan acara “Celebrating Kolintang” yang mempertemukan kolintang asal Minahasa dengan balafon dari Afrika Barat. Kegiatan yang diprakarsai oleh KBRI Paris ini menonjolkan budaya sebagai platform dialog dan kerjasama antarnegara, menurut siaran pers KBRI yang diterima di Jakarta.

“Di tengah dunia yang kerap memanfaatkan perbedaan sebagai sumber konflik, kebudayaan membuka peluang lain: perbedaan menjadi pintu dialog, dialog menumbuhkan kepercayaan, dan kepercayaan mendukung terciptanya perdamaian,” ujar Oemar.

Ia menambahkan bahwa pengakuan internasional yang semakin luas terhadap suatu warisan budaya tidak menghilangkan identitas atau kepemilikannya, melainkan memperkuat rasa hormat terhadap warisan tersebut.

Kolintang Masuk Daftar Warisan Takbenda Bersama Balafon

Penampilan kolintang di UNESCO juga menandai langkah internasional penting. Pada tahun 2024, kolintang dimasukkan dalam perluasan nominasi balafon yang diajukan oleh Mali, Burkina Faso, dan CΓ΄te d’Ivoire, sehingga UNESCO menetapkannya sebagai Warisan Budaya Takbenda bersama tradisi balafon.

Acara “Celebrating Kolintang” di UNESCO, Paris, 1 Oktober 2026. /ANTARA FOTO/HO‑KBRI Paris.

Kolintang dan balafon, yang berasal dari komunitas budaya berbeda, dipertemukan dalam semangat “shared cultural heritage” serta kolaborasi lintas negara.

Fayez, yang hadir dalam acara, menekankan pentingnya peran komunitas dalam melestarikan warisan budaya bagi generasi mendatang. “Semangat UNESCO bukan soal kepemilikan, melainkan tentang bagaimana komunitas tetap menjadi inti, bagaimana pengetahuan diwariskan, dan bagaimana warisan tetap hidup,” katanya.

Kolaborasi Musik Indonesia‑Afrika

Grup PINKAN Kolintang Indonesia mempersembahkan rangkaian lagu nusantara, sementara seniman balafon menampilkan musik tradisional mereka. Kedua kelompok kemudian bersatu menginterpretasikan “La Vie en Rose” sebagai simbol pertemuan budaya Asia dan Afrika.

Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober, sekaligus memperkenalkan ragam ekspresi budaya Indonesia kepada komunitas internasional di UNESCO.


πŸ“Œ Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com