Al-Ma'un
Wali Kota Makassar kenalkan RISE atasi banjir di forum internasional

Wali Kota Makassar kenalkan RISE atasi banjir di forum internasional

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengenalkan Revitalising Informal Settlements and Their Environments (RISE) berbasis teknologi hijau untuk menjawab persoalan banjir dan perubahan iklim perkotaan di forum internasional di Jenewa, Swiss, 12–13 Oktober 2026.

Dalam keterangan yang diterima di Makassar, Rabu, Munafri Arifuddin memaparkan pengalaman Kota Makassar mengembangkan pendekatan inovatif melalui proyek RISE kepada para pemimpin kota dari berbagai negara di ajang United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa, Swiss.

"Solusi teknologi hijau yang inovatif sangat krusial untuk mengatasi permasalahan perkotaan di seluruh dunia," ujarnya.

Menurut Munafri, tantangan perkotaan, seperti urbanisasi yang pesat, banjir musiman, hingga musim kemarau berkepanjangan membutuhkan solusi yang tidak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur konvensional, tetapi juga memanfaatkan kekuatan alam dan teknologi yang sesuai dengan kondisi lokal.

Ia menjelaskan Makassar menghadapi tekanan lingkungan yang semakin kompleks seiring pertumbuhan kota. Sebuah program yang mengintegrasikan infrastruktur hijau untuk memperbaiki sanitasi, pengelolaan air dan kualitas lingkungan permukiman dibutuhkan.

Karena itu, pemerintah kota mendorong pendekatan yang mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

"Melalui Proyek RISE, Kota Makassar mengembangkan model penanganan lingkungan permukiman dengan mengintegrasikan teknologi pengolahan air limbah berbasis alam, lahan basah buatan serta taman biofiltrasi," katanya.

Program ini dijalankan melalui kolaborasi lintas negara bersama Monash University Australia dengan dukungan mitra lokal, termasuk Universitas Hasanuddin dan tim pelaksana di Makassar.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan inovasi yang tidak sekadar mengandalkan teknologi, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik lingkungan dan kebutuhan masyarakat setempat.

Munafri mengungkapkan implementasi Proyek RISE telah menghadirkan infrastruktur hijau di lima lokasi di Makassar.

"Program ini mendukung peningkatan ketahanan terhadap banjir serta membantu menciptakan lingkungan yang lebih sejuk di sekitar kawasan pemukiman di kota Makassar," papar Munafri.

Ia menerangkan manfaat inovasi hijau itu menjadi penting bagi kota yang menghadapi persoalan genangan, sanitasi dan peningkatan suhu lingkungan akibat tekanan pembangunan perkotaan.

Dia menegaskan tidak berhenti pada lima lokasi, Pemerintah Kota Makassar kini mendorong replikasi model serupa di tujuh lokasi baru.

"Langkah ini kami harapkan dapat memperluas manfaat infrastruktur hijau sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko perubahan iklim," ucapnya.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Mentrans jajaki hilirisasi kacang hijau-rumput laut dengan China

Mentrans jajaki hilirisasi kacang hijau-rumput laut dengan China

Kita ingin lebih banyak produk diolah di Indonesia, lebih banyak nilai tambah tinggal di daerah dan lebih banyak masyarakat memperoleh pekerjaan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menjajaki peluang hilirisasi komoditas pertanian dan kelautan, mulai dari kacang hijau hingga rumput laut, bersama empat perusahaan China untuk meningkatkan nilai tambah produk dan membuka lapangan kerja di kawasan transmigrasi.

Penjajakan tersebut dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja Mentrans ke China pada 12–18 Oktober 2026, dengan fokus pada pengembangan industri pengolahan, transfer teknologi, investasi, serta perluasan akses pasar bagi komoditas unggulan kawasan transmigrasi.

“Kita ingin lebih banyak produk diolah di Indonesia, lebih banyak nilai tambah tinggal di daerah dan lebih banyak masyarakat memperoleh pekerjaan,” kata Iftitah dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Empat perusahaan yang ditemui pada Selasa (13/10) yakni China National Township Enterprises Co Ltd (CNTEC), FAMSUN Group, Shenzhen DJI Innovations Co Ltd (DJI) dan Beijing Leili Marine Bioindustry Inc.

Dalam pertemuan dengan CNTEC, perusahaan memaparkan kontrak perdagangan sepanjang 2026 yang mencakup 7.900 ton kacang hijau senilai 9,86 juta dolar AS atau sekitar Rp176,48 miliar dan 6.100 ton rumput laut penghasil karagenan senilai 9,73 juta dolar AS atau sekitar Rp174,16 miliar.

Secara keseluruhan, kedua komoditas tersebut memiliki nilai kontrak perdagangan sekitar 19,59 juta dolar AS atau sekitar Rp350,64 miliar dengan volume mencapai 14.000 ton.

Nilai tersebut merupakan kontrak perdagangan yang telah dipaparkan perusahaan, bukan komitmen investasi baru ataupun kontrak yang ditandatangani dalam pertemuan dengan Kementerian Transmigrasi.

Kementerian Transmigrasi mengatakan CNTEC juga telah menyampaikan minat melanjutkan kegiatan perdagangan dan menjajaki komoditas pertanian Indonesia lainnya.

Menurut Iftitah, peluang pasar tersebut perlu ditindaklanjuti dengan penguatan produksi, standardisasi mutu, pengelolaan pascapanen, dan rantai pasok agar komoditas dari kawasan transmigrasi dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Sementara itu, penjajakan dengan FAMSUN Group difokuskan pada pengembangan teknologi penyimpanan biji-bijian, logistik pertanian, industri pangan dan pakan ternak, serta sistem pengolahan berbasis teknologi digital.

Pengembangan fasilitas pengeringan, penyimpanan, dan pengolahan hasil pertanian diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, mengurangi kehilangan hasil pascapanen, serta memperluas akses pasar bagi petani dan pelaku usaha di kawasan transmigrasi.

Adapun pembahasan dengan DJI diarahkan pada pemanfaatan pesawat nirawak atau drone untuk kegiatan pertanian, termasuk penyemprotan, penebaran benih dan pupuk, pemberian pakan budi daya perairan, serta pengangkutan barang menggunakan teknologi yang sesuai.

Kementerian Transmigrasi juga menjajaki peluang pelatihan operator dan teknisi guna meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal sekaligus membuka kesempatan usaha baru dalam pemanfaatan teknologi pertanian.

Di sektor kelautan, penjajakan bersama Beijing Leili Marine Bioindustry Inc mencakup pengembangan produk turunan rumput laut, antara lain biostimulan pertanian dan bahan pendukung peningkatan kesehatan tanah serta produktivitas tanaman.

Peluang pengembangan industri tersebut masih memerlukan kajian mengenai kesesuaian bahan baku, kepastian pasokan, teknologi pengolahan, serta kemungkinan kemitraan dengan produsen dan pelaku usaha lokal.

Iftitah menekankan bahwa setiap peluang kerja sama perlu ditindaklanjuti melalui identifikasi proyek yang memiliki prospek bisnis dan manfaat ekonomi yang jelas bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.

Oleh karena itu, lanjut dia, Kementerian Transmigrasi akan memetakan kesiapan lokasi, potensi komoditas, kebutuhan infrastruktur, nilai investasi, serta model kemitraan agar pengembangan industri dapat melibatkan petani, tenaga kerja, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Melalui penjajakan tersebut, pemerintah berharap kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pengolahan komoditas yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperluas kesempatan kerja di luar Pulau Jawa.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
5 Manfaat Penting Donor Darah yang Jarang Diketahui

5 Manfaat Penting Donor Darah yang Jarang Diketahui

Donor darah sering dianggap menakutkan, padahal satu kali sumbangan dapat menyelamatkan hingga tiga nyawa, menurut data Palang Merah Amerika. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan prosedur ini sangat aman dan jarang menimbulkan komplikasi.

Manfaat Kesehatan bagi Pendonor

1. Pemeriksaan kesehatan lengkap

Sebelum mengambilan darah, petugas akan memeriksa tekanan darah, denyut nadi, dan kadar hemoglobin. Sampel darah selanjutnya dianalisis di laboratorium untuk mendeteksi sembilan patogen, termasuk virus HIV-1 dan HIV-2, sehingga pendonor memperoleh gambaran awal tentang kondisi kesehatannya.

2. Reduksi stres dan peningkatan kesejahteraan emosional

Memberikan darah kepada orang lain dapat menurunkan tingkat stres serta memperbaiki suasana hati, karena aksi altruistik menumbuhkan rasa keterhubungan sosial.

3. Pengendalian berat badan

Meskipun belum terbukti secara ilmiah bahwa donor darah membakar kalori secara signifikan, proses skrining berat badan sebelum donor membantu mengidentifikasi apakah seseorang mengalami kelebihan atau kekurangan berat badan, sehingga dapat diberikan saran nutrisi atau program penurunan berat badan.

4. Pengaturan kadar zat besi

Setiap kali mendonorkan darah, sekitar 25% zat besi dalam tubuh dikeluarkan bersama sel darah merah. Hal ini membantu menyeimbangkan kadar besi, mencegah kelebihan yang dapat berisiko pada kondisi seperti hemochromatosis.

5. Detoksifikasi tubuh dari PFAS

Donor darah secara rutin terbukti menurunkan kadar senyawa kimia PFAS—zat perfluoroalkil yang sering muncul dalam produk industri—di dalam tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa pendonor aktif selama setahun memiliki konsentrasi PFAS yang lebih rendah dibandingkan yang tidak.

Setelah pengambilan, darah diproses menjadi sel merah, trombosit, dan plasma, yang masing‑masing dialokasikan untuk membantu perempuan mengalami komplikasi persalinan, anak dengan anemia berat, korban kecelakaan, serta pasien yang menjalani operasi.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Cara membuat eco enzyme di rumah, cukup 3 bahan

Cara membuat eco enzyme di rumah, cukup 3 bahan

Jakarta (ANTARA) - Membuat eco enzyme sendiri di rumah sangatlah praktis dan murah. Dengan mengolah kembali limbah organik dapur, Anda dapat menghasilkan cairan pembersih alami yang kaya manfaat sekaligus mengurangi beban sampah lingkungan.

Banyaknya manfaat eco enzym menjadi alasan mengapa cairan ramah lingkungan ini sangat dianjurkan dibuat dan dimanfaatkan demi membuat bumi menjadi sehat.

Bagaimana cara membuat eco enzyme?

Kunci utama keberhasilan fermentasi eco enzyme, menurut Kemen LH dan sumber-sumber lain, terletak pada patokan rasio dasar 1 : 3 : 10, yaitu:

  • 1 bagian Gula: Gunakan gula merah, gula aren, molase, atau gula lontar (hindari gula pasir putih).
  • 3 bagian Sampah Organik: Kulit buah dan potongan sayur segar (seperti kulit jeruk, nanas, apel, atau pepaya). Pastikan bahan belum dimasak, tidak berminyak, dan tidak busuk.
  • 10 Bagian Air: Gunakan air tanah, air sumur, air hujan, atau air hasil kondensasi AC.

Contoh takaran: 100 gram gula merah + 300 gram sisa kulit buah + 1.000 ml (1 liter) air.

Langkah Pembuatan

1. Persiapkan wadah mulut lebar
Gunakan wadah bermaterial plastik (seperti toples atau galon) yang memiliki penutup rapat. Hindari wadah berbahan kaca atau logam karena tekanan gas fermentasi dapat memecahkan kaca atau merusak logam.

2. Larutkan gula

Tuangkan air ke dalam wadah plastik, lalu masukkan gula merah yang sudah diiris tipis atau dihaluskan. Aduk hingga gula larut sepenuhnya di dalam air.

3. Masukkan sampah organik

Bersihkan kulit buah dan potongan sayuran dari kotoran tanah, potong kecil-kecil, lalu masukkan ke dalam larutan gula. Pastikan seluruh bahan organik terendam dalam air, kemudian sisakan ruang kosong sekitar $20%$ di bagian atas wadah untuk menampung gas fermentasi.

4. Tutup rapat dan simpan

Tutup wadah secara kedap udara. Simpan wadah di tempat yang teduh, memiliki sirkulasi udara baik, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Perawatan masa fermentasi (3 bulan)

  • Bulan Pertama: Buka tutup wadah sedikit selama beberapa detik setiap hari pada minggu-minggu awal untuk membuang akumulasi gas karbon dioksida ($CO_2$), lalu tutup kembali hingga rapat.
  • Bulan Kedua & Ketiga: Gas mulai berkurang, sehingga wadah cukup dipantau sesekali tanpa perlu sering dibuka.

Setelah 90 hari (3 bulan), eco enzyme siap dipanen. Cairan yang berhasil akan berwarna cokelat jernih dengan aroma asam segar khas fermentasi buah. Saring cairan menggunakan kain halus atau saringan rapat, lalu simpan dalam botol plastik. Ampas sisa fermentasinya dapat dimanfaatkan kembali sebagai kompos padat atau starter untuk pembuatan batch berikutnya.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
PalmCo catat premi sawit Rp190,78 miliar hingga September 2026

PalmCo catat premi sawit Rp190,78 miliar hingga September 2026

Kami melihat sertifikasi sebagai bagian dari transformasi tata kelola. Standar yang diterapkan menjadi sistem kerja nyata, terintegrasi dalam operasional dan mampu memastikan setiap proses berjalan konsisten, efisien serta bertanggung jawab

Jakarta (ANTARA) - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mencatat nilai premi dari penjualan produk minyak sawit bersertifikat mencapai Rp190,78 miliar sepanjang Januari–September 2026, meningkat 47,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan peningkatan nilai tersebut sejalan dengan penerapan sertifikasi keberlanjutan untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk minyak sawit di pasar.

“Kami melihat sertifikasi sebagai bagian dari transformasi tata kelola. Standar yang diterapkan harus menjadi sistem kerja yang nyata, terintegrasi dalam operasional dan mampu memastikan setiap proses berjalan secara konsisten, efisien, serta bertanggung jawab,” kata Jatmiko dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan data perusahaan, nilai premi produk bersertifikat tersebut meningkat sebesar Rp61,76 miliar dari Rp129,02 miliar pada Januari–September 2025.

Nilai tersebut merupakan tambahan nilai ekonomi yang diperoleh melalui penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan minyak inti sawit atau palm kernel oil (PKO) bersertifikat keberlanjutan.

Jatmiko menjelaskan penerapan standar keberlanjutan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi persyaratan sertifikasi, tetapi juga membangun proses bisnis yang lebih terukur dan memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan.

Hingga Agustus 2026, sebanyak 67 pabrik kelapa sawit (PKS) dan 124 kebun yang dikelola PTPN IV PalmCo telah memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), yakni standar internasional untuk produksi minyak sawit berkelanjutan.

Selain sertifikasi RSPO, perusahaan telah menerapkan standar sistem manajemen mutu ISO 9001 pada 176 unit, sistem manajemen lingkungan ISO 14001 pada 143 unit, serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada 191 unit.

Penguatan standar juga mencakup sistem manajemen keamanan pangan ISO 22000 pada tiga unit serta sistem manajemen antipenyuapan ISO 37001 pada delapan unit.

Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo mengatakan penerapan standar tersebut menjadi bagian dari pengintegrasian prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG) dalam kegiatan operasional perusahaan.

“Penerapan ESG tidak berhenti pada pemenuhan standar, tetapi bagaimana prinsip tersebut terintegrasi dalam proses bisnis,” ujar Ugun.

Menurut dia, salah satu penerapannya dilakukan melalui pengembangan ekonomi sirkular dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah kelapa sawit agar memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi dampak kegiatan operasional terhadap lingkungan.

Perusahaan menilai penerapan sertifikasi keberlanjutan berpotensi memperluas akses pasar bagi produk sawit Indonesia, terutama pada pasar yang mensyaratkan pemenuhan standar lingkungan dan ketertelusuran produk.

Ke depan, PalmCo melanjutkan perluasan sertifikasi serta memperkuat penerapan prinsip ESG melalui peningkatan tata kelola, efisiensi penggunaan sumber daya, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan ekonomi sirkular.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Kemarin, BGN suspend 91 SPPG dan BUMN diminta ciptakan lapangan kerja

Kemarin, BGN suspend 91 SPPG dan BUMN diminta ciptakan lapangan kerja

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita humaniora kemarin yang masih menarik untuk dibaca, mulai dari BGN "suspend" 91 SPPG yang belum tindaklanjuti temuan BPK hingga BUMN diminta berdayakan masyarakat lewat lapangan kerja.

1. BGN "suspend" 91 SPPG yang belum tindak lanjuti temuan BPK

Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara atau suspend khusus 91 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum menyelesaikan tindak lanjut atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

2. BUMN diminta berdayakan masyarakat lewat lapangan kerja

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mendorong BUMN sektor pertambangan dan pupuk memperluas peran dalam pemberdayaan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta pemanfaatan aset perusahaan yang belum produktif.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

3. Gelombang tinggi, dua nelayan hilang di perairan Pacitan

Tim SAR gabungan mencari dua nelayan asal Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang dilaporkan hilang saat hendak kembali ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang pada Senin (12/10) malam, setelah kapal mereka ditemukan di sekitar perairan Pantai Watu Murep.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

4. Menpora siapkan aturan baru atasi dualisme organisasi kepemudaan

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyiapkan peraturan baru Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) untuk mengatasi persoalan dualisme yang kerap terjadi pada Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

5. BNPB tidak akan melakukan intervensi terhadap proses di KPK

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sikap tegas untuk menghormati sepenuhnya proses hukum yang tengah berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta memastikan tidak akan melakukan intervensi dalam bentuk apa pun.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Panduan Praktis untuk Rumah Tangga Hijau

Panduan Praktis untuk Rumah Tangga Hijau

Penumpukan limbah organik yang berasal dari aktivitas dapur setiap hari masih menjadi tantangan besar bagi lingkungan di Indonesia. Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sekitar 40 persen dari total sampah harian merupakan sisa makanan.

Jika sampah dapur langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa diproses, bahan tersebut akan terdegradasi secara anaerob dan menghasilkan gas metana (CH4). Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyebutkan bahwa metana memiliki potensi pemanasan global 21‑28 kali lebih tinggi dibandingkan karbon dioksida.

Pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos tidak hanya menurunkan emisi gas rumah kaca, tetapi juga memperbaiki kualitas tanah secara bertahap. Riset Bappenas bersama WRI Indonesia pada 2021 mencatat bahwa food loss dan waste di Indonesia menyumbang 7,29 persen dari total emisi gas rumah kaca tahunan.

Studi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta lembaga pertanian Central Agri Biotech menunjukkan bahwa penambahan kompos padat dapat meningkatkan porositas tanah, kemampuan retensi air, serta aktivitas mikroba, dibandingkan penggunaan pupuk kimia sintetis secara terus‑menerus.

Cara Membuat Kompos di Rumah dengan Efisien

Pengomposan yang baik memerlukan keseimbangan antara bahan yang kaya karbon (bahan “cokelat”) dan bahan yang kaya nitrogen (bahan “hijau”). Berikut contoh bahan yang dapat dipakai:

  • Bahan hijau (nitrogen): potongan sayuran, kulit buah, ampas kopi, sisa teh, serta rumput segar.
  • Bahan cokelat (karbon): daun kering, sekam padi, serbuk kayu, atau kertas/kardus cokelat tanpa lapisan plastik.
  • Kerang telur yang dihancurkan sebagai sumber kalsium alami.

Gunakan wadah tertutup seperti ember plastik bekas, drum, atau pot besar. Pastikan ada lubang kecil pada dasar dan dinding untuk sirkulasi udara sehingga proses tetap aerobik dan tidak menimbulkan bau tidak sedap.

  1. Buat lubang sirkulasi berdiameter sekitar 0,5 cm pada seluruh permukaan wadah.
  2. Letakkan wadah di atas tatakan yang dapat menampung cairan lindi yang keluar.

Langkah‑Langkah Pengisian (Metode Layering)

  1. Lapisan dasar: susun sekam, ranting kecil, atau daun kering setebal 5–10 cm untuk memastikan aliran udara di dasar.
  2. Lapisan hijau: tambahkan sisa dapur yang sudah dipotong kecil (2–3 cm) agar bakteri dapat bekerja lebih cepat.
  3. Tambahkan lapisan bahan cokelat di atasnya dengan perbandingan volume kira‑kira 2 bagian cokelat : 1 bagian hijau.
  4. Bioaktivator (opsional): semprotkan larutan bioaktivator seperti EM4 atau air cucian beras untuk mempercepat aktivitas mikroba.
  5. Akhiri dengan lapisan bahan cokelat di permukaan untuk menutup aroma dan menghalau lalat, lalu tutup rapat wadah.

Perawatan dan Tanda Kompos Siap Pakai

  • Aduk tumpukan sekali seminggu untuk memastikan oksigen merata.
  • Kelembapan ideal menyerupai busa basah yang dapat diperas; tambahkan air bila terlalu kering, atau bahan kering bila terlalu basah.
  • Proses pengomposan biasanya memakan waktu 4–8 minggu.

Kompos yang matang berwarna cokelat kehitaman, bertekstur gembur, beraroma tanah segar, dan tidak lagi mengeluarkan panas. Untuk pemakaian, saring kompos dan campurkan dengan tanah dengan perbandingan 1 bagian kompos : 3 bagian tanah, cocok untuk tanaman hias, sayuran, atau buah‑buah kebun rumah.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Gelaran JFW jadi pemantik wisatawan hingga lagu baru Britney Spears

Gelaran JFW jadi pemantik wisatawan hingga lagu baru Britney Spears

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita menarik dari kanal lifestyle, tekno, otomotif dan hiburan pada Selasa (13/10) masih dapat dibaca kembali mulai dari Kemenpar mendorong Jakarta Fashion Week dapat menjadi pemantik untuk kunjungan wisatawan hingga Britney Spears merilis single terbaru bersama dengan Justin Timberlake.

Berita selengkapnya dapat Anda simak pada tautan berikut:

Kemenpar dorong wastra jadi daya tarik destinasi lewat JFW 2027

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong wastra Nusantara sebagai salah satu daya tarik destinasi melalui gelaran mode Jakarta Fashion Week (JFW) 2027.

Menteri Kebudayaan tegaskan komitmen perkuat ekosistem musik nasional

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekosistem musik nasional agar bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Huawei siapkan submerek ponsel pintar baru bernama Star Shine

Huawei dikabarkan tengah menyiapkan submerek ponsel pintar baru bernama Star Shine atau Xingyao dalam bahasa mandarin yang akan menyasar segmen perangkat kelas menengah ke bawah dengan harga terjangkau.

Space

Renalut kembali memperkenalkan konsep kendaraan listrik E-Space yang mengusung konfigurasi enam penumpang dalam tiga baris kursi, di tengah dominasi SUV dan crossover yang menggeser popularitas mobil multiguna atau multi-purpose vehicle (MPV).

Britney Spears rilis lagu kolaborasi dengan Justin Timberlake

Penyanyi Britney Spears dikabarkan merilis lagu kolaborasinya dengan Justin Timberlake berjudul “She’ll Never Be Me” yang belum pernah dipublikasikan usai 25 tahun selesai digarap.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com
Panduan Praktis Membuat Eco Enzyme di Rumah: Langkah demi Langkah

Panduan Praktis Membuat Eco Enzyme di Rumah: Langkah demi Langkah

Mengolah limbah organik dapur menjadi cairan pembersih alami bukan hanya hemat biaya, tetapi juga membantu mengurangi volume sampah yang mencemari lingkungan.

Eco enzyme menawarkan serangkaian manfaat yang membuatnya populer sebagai alternatif ramah lingkungan untuk menjaga kebersihan rumah sekaligus mendukung kelestarian bumi.

Rumus Dasar Pembuatan Eco Enzyme

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup serta sumber‑sumber terkait, rasio utama yang harus dipertahankan adalah 1 : 3 : 10 yang berarti:

  • 1 bagian gula: gunakan gula merah, gula aren, molase, atau gula lontar, hindari gula pasir putih.
  • 3 bagian sampah organik: kulit buah atau potongan sayur segar seperti jeruk, nanas, apel, pepaya, pastikan belum dimasak, tidak berlemak, dan tidak busuk.
  • 10 bagian air: air tanah, sumur, hujan, atau hasil kondensasi AC dapat dipakai.

100 gram gula merah, 300 gram kulit buah, dan 1 liter air.

Tahapan Pembuatan Eco Enzyme

1. Siapkan wadah bermulut lebar
Gunakan toples atau galon plastik dengan penutup kedap udara. Hindari kaca atau logam karena tekanan gas fermentasi dapat menyebabkan pecah atau korosi.

2. Larutkan gula dalam air
Tuang air ke dalam wadah, tambahkan gula merah yang sudah dipotong tipis atau dihancurkan, lalu aduk hingga gula benar‑benar larut.

3. Masukkan bahan organik
Cuci bersih kulit buah dan sayuran, potong kecil‑kecil, lalu masukkan ke dalam larutan gula. Pastikan semua bahan terendam, dan sisakan ruang kosong sekitar 20 % di bagian atas wadah untuk menampung gas.

4. Tutup rapat dan tempatkan di lokasi teduh
Simpan wadah di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung, dengan sirkulasi udara yang baik.

Perawatan Selama Fermentasi (3 Bulan)

  • Bulan pertama: Buka tutup sebentar tiap hari selama beberapa detik untuk melepaskan gas CO₂ yang terakumulasi, lalu tutup kembali.
  • Bulan kedua dan ketiga: Aktivitas gas berkurang, cukup periksa sesekali tanpa membuka terlalu sering.

Setelah tiga puluh hari (90 hari), cairan akan berubah menjadi cokelat jernih dengan aroma asam khas fermentasi buah. Saring menggunakan kain bersih atau saringan halus, kemudian simpan dalam botol plastik. Ampas yang tersisa dapat dimanfaatkan sebagai kompos padat atau sebagai starter batch berikutnya.


📌 Sumber Berita: Artikel ini disadur dan diolah dari antaranews.com